Forum Honorer Indonesia (FHI) mendesak
agar pemerintah mengakomodir honorer kategori dua (K2) yang tidak lulus
untuk diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak
(PPPK).
“Kita berharap tenaga honorer untuk
diangkat menjadi PPPK secara otomatis. Kita sudah menyampaikan beberapa
rekomendasi kepada Komisi II DPR RI pada saat dengar pendapat beberapa
waktu lalu,” ujar Ketua Forum Honorer Indonesia Hasbi kepada Radar
Tasikmalaya (Grup JPNN) kemarin.
Terkait dengan pengumuman, dia
mengatakan, pihaknya memahami terlambatnya pengumuman kelulusan
kemungkinan diakibatkan faktor teknis.
Namun, lanjutnya, hal itu tidak bisa
terus-terusan dijadikan alasan untuk mengulur-ulur waktu pengumuman,
yang hanya dilakukan secara bertahap.
Dia mengingatkan, dari 600 ribuan
peserta tes dan hanya 30 persen saja yang lulus, hal ini bisa muncul
gejolak sosial.“Informasinya memang hanya sekitar 30 persen yang lolos
sementara 70 persen lagi gagal, tentu hal ini sangat riskan,” paparnya. (jpnn.com)









0 komentar:
Posting Komentar