Sabtu, 11 Juli 2015

Kekurangan Guru Bisa Ditutupi Honorer


SALAM EDUKASI- Sebelumnya kami ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi bapak/ibu guru yang Muslim, semoga puasa kita diterima Allah SWT. Aamiin.

Pasti bapak/ibu atau teman-teman telah mendengar, melihat atau membaca bahwa di tahun ini tidak ada rekruitmen CPNS? Inilah yang mungkin akan membuat di pemerintah tingkat pusat atau daerah akan merasakan efeknya terutama daerah yang masih kekurangan guru atau tenaga pengajar.

Namun hal itu tidak perlu terlalu dijadikan sebuah alasan, karena kekurangan guru itu sebenarnya dapat ditutupi dengan adanya guru honorer.



Seperti yang dikutip dari JPPN.COM. Masalah kekurangan guru secara nasional yang selama ini terjadi, bisa tertangani bila pemerintah tidak memandang sebelahmata kepada tenaga honorer. Pasalnya, yang mengisi kekosongan guru adalah honorer.

"Pemerintah sebenarnya tidak perlu susah-susah lagi. Kekurangan guru bisa ditangani dengan merekrut tenaga honorer yang selama ini sudah mengabdikan diri baik di kota maupun pedesaan," terang Ketua Dewan Pembina Forum Honorer Indonesia (FHI) Pusat Hasbi kepada JPNN, Rabu (9/7).

Dia menambahkan, pemerintah seharusnya segera merampungkan pemetaan guru dan tenaga kependidikan dengan membenahi pendistribusian sehingga tidak menumpuk di satu tempat sementara lainnya kekurangan.

"FHI berharap dengan penundaan penerimaan CPNS 2015 pemerintah daerah dan pusat dapat berbenah diri agar bisa diketahui secara pasti berapa jumlah kebutuhan guru dan tenaga kependidikan secara nasional," bebernya.

Selama ini menurut Hasbi, jumlah kebutuhan guru hanya didasarkan pada asumsi-asumsi tanpa data akurat sehingga dapat menyebabkan penggelembungan data dan permainan KKN yang berimbas pada rekrutmen CPNS.

"Kami bisa memahami Surat MenPAN-RB terkait penundaan rekrutmen CPNS 2015 untuk  memberi kesempatan pada pemerintah untuk membenahi berbagai hal termasuk, Perencanaan, pemetaan, pendistribusian Aparatur Sipil Negara ,dan lain-lain sehingga  pemerintah dapat merumuskan formula tepat dalam mengeluarkan sebuah kebijakan," tuturnya.

Terkait penyelesaian tenaga honorer, FHI meminta pemerintah memproritas RPP Honorer segera dirampungkan pembahasannya menjadi PP di Tahun 2015 ini.
 

0 komentar:

Posting Komentar